Setiap langkah dalam ibadah haji dan umrah memiliki makna mendalam, namun ihram adalah gerbang pertama yang menandai dimulainya perjalanan spiritual ini. Bukan sekadar mengenakan kain putih, ihram adalah simbol kesiapan total seorang muslim untuk meninggalkan urusan duniawi dan menghadap Allah SWT dengan penuh kerendahan hati. Oleh karena itu, penting bagi setiap calon jemaah memahami tata cara ihram yang benar agar ibadah berjalan sah dan khusyuk sesuai sunnah.
Apa Itu Ihram dan Mengapa Penting?
Secara bahasa, ihram berasal dari kata “haram” yang berarti sesuatu yang suci atau dilarang. Dalam praktiknya, ihram adalah kondisi suci yang dimasuki oleh jemaah haji dan umrah, di mana terdapat berbagai larangan demi menjaga kekhusyukan ibadah. Sejak berniat dan memasuki ihram, seorang muslim dianggap telah masuk dalam ibadah haji atau umrah dan harus mematuhi aturan khusus sampai ritual tersebut selesai.
Lebih dari sekadar rukun ibadah, ihram juga menjadi pengingat bahwa setiap manusia di hadapan Allah adalah sama. Tak ada perbedaan status sosial, ekonomi, maupun kedudukan. Semua mengenakan pakaian serupa dan menjalani serangkaian ibadah dalam keadaan bersih dan tertib.
Langkah-Langkah Memasuki Keadaan Ihram
Memahami tata cara ihram bukan hanya soal menghafal urutan, tetapi juga soal menghayati setiap maknanya. Setiap langkah yang dilakukan merupakan bagian penting dari proses pensucian diri dan penyerahan total kepada Allah SWT. Untuk itu, mari kita bahas bersama bagaimana memulai ihram dengan benar sesuai sunnah.
Berikut ini adalah tata cara ihram sesuai tuntunan Rasulullah SAW yang penting untuk diketahui:
1. Berniat Melaksanakan Haji atau Umrah
Langkah pertama dari ihram adalah niat. Niat ini tidak cukup hanya dalam hati, namun disunnahkan untuk diucapkan saat mulai mengenakan pakaian ihram. Bacaan niat ihram adalah:
نَوَيْتُ الْحَجَّ والعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهاَ لِلهِ تَعَالَى
“Aku berniat melaksanakan haji dan umrah, dan aku berihram karena Allah Ta’ala.”
Niat inilah yang membedakan seseorang yang sekadar mengenakan pakaian ihram dengan yang benar-benar memasuki ibadah.
2. Mandi Sebelum Berihram
Mandi sebelum mengenakan ihram adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Baik pria maupun wanita, termasuk yang sedang haid, dianjurkan mandi untuk menyucikan diri sebelum masuk ke fase ihram. Mandi ini melambangkan kesucian lahir sebagai awal perjalanan ibadah.
3. Menggunakan Parfum Sebelum Niat
Rasulullah SAW biasa memakai parfum sebelum mengenakan ihram, sebagaimana dikisahkan oleh Aisyah ra. Namun perlu diingat, penggunaan parfum hanya dilakukan sebelum niat ihram, dan tidak diperbolehkan lagi setelah niat dilafalkan.
4. Memakai Pakaian Ihram
Bagi pria, pakaian ihram terdiri dari dua lembar kain tanpa jahitan yang menutupi bagian bawah dan atas tubuh. Sedangkan bagi wanita, cukup mengenakan pakaian yang menutup aurat dengan syarat tidak bercadar dan tidak memakai sarung tangan. Warna putih kerap dipilih karena melambangkan kesucian dan kesetaraan.
5. Melaksanakan Shalat Sebelum Ihram
Dianjurkan untuk menunaikan shalat fardhu atau shalat sunnah sebelum niat ihram. Rasulullah SAW sendiri menunaikan shalat di Masjid Dzulhulaifah sebelum memasuki ihram untuk haji.
6. Mengucapkan Talbiyah
Talbiyah adalah seruan yang menunjukkan kesiapan seorang muslim dalam menjalankan ibadah haji atau umrah. Bacaan talbiyah yang dianjurkan adalah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ
“Ya Allah aku datang memenuhi panggilan-Mu. Ya Allah tidak ada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya segala puji, kenikmatan, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.”
Pelafalan talbiyah dilakukan dengan suara jelas dan penuh semangat, menandakan seseorang benar-benar hadir secara spiritual dalam ibadah ini.
Larangan-Larangan Saat Berihram
Ketika sudah berada dalam keadaan ihram, jemaah dilarang melakukan beberapa hal. Tujuannya agar ibadah tetap dalam suasana suci dan penuh penghayatan. Berikut larangan umum selama ihram:
- Bagi pria: tidak boleh mengenakan pakaian berjahit, sepatu tertutup, atau penutup kepala.
- Bagi wanita: tidak boleh menutup wajah dan mengenakan sarung tangan.
- Bagi semua: dilarang menggunakan parfum, memotong kuku dan rambut, berburu, dan melakukan hubungan suami istri.
Melanggar larangan-larangan ini bisa berakibat pada denda (dam) atau bahkan membatalkan ihram jika melanggar rukun yang bersifat wajib.
Mengapa Panduan Ihram Ini Penting?
Banyak jemaah Indonesia yang belum memahami tata cara ihram secara mendalam, sehingga rawan melakukan kesalahan sejak awal ibadah. Padahal, kekeliruan pada fase ini dapat berdampak pada keabsahan ibadah haji atau umrah secara keseluruhan.
Pemahaman yang benar bukan hanya membantu pelaksanaan yang sah secara syariat, tapi juga memberi ketenangan batin selama di tanah suci. Dalam perjalanan spiritual ini, setiap langkah kecil memiliki nilai ibadah besar jika dilakukan dengan niat dan cara yang benar.
Penutup
Ihram bukan sekadar ritual simbolis, tetapi awal dari transformasi diri menuju kesucian hati. Semoga setiap calon jemaah mampu menghayati makna ihram dengan benar, dan mendapatkan haji atau umrah yang mabrur di sisi Allah SWT.
Jika Anda berencana menunaikan ibadah umrah atau haji, dan ingin bimbingan lengkap dari persiapan hingga pelaksanaan, Azita Tour Indonesia siap membantu. Kami adalah perusahaan resmi berbadan hukum (PT. Al Aziz Indah Wisata) yang telah berpengalaman menyelenggarakan perjalanan ibadah dan wisata halal ke berbagai negara. Hubungi tim kami melalui WhatsApp di 081511511239 dan wujudkan impian spiritual Anda bersama layanan terpercaya dan profesional.









