Jenis Vaksin Wajib dan Disarankan untuk Calon Jemaah Umrah

Jenis Vaksin Wajib dan Disarankan untuk Calon Jemaah Umrah

Melaksanakan ibadah umrah bukan hanya soal kesiapan hati, tapi juga kesiapan tubuh. Perjalanan menuju Tanah Suci yang panjang, perubahan cuaca ekstrem, serta interaksi dengan ribuan jemaah dari seluruh dunia membuat kesehatan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Salah satu langkah pencegahan yang penting adalah vaksinasi untuk jemaah umrah.

Apa saja jenis vaksin umrah yang wajib dan disarankan? Bagaimana cara memastikan kita terlindungi selama beribadah? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini. Karena langkah kecil menuju rumah-Nya bisa dimulai dari niat menjaga kesehatan.

Kenapa Vaksin Umrah Itu Penting?

Saat berada di Arab Saudi, jemaah akan berkumpul dalam kerumunan besar, baik di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Kondisi ini meningkatkan risiko penularan penyakit menular seperti meningitis, polio, dan infeksi saluran pernapasan. Oleh karena itu, vaksinasi menjadi syarat penting agar ibadah berlangsung lancar, nyaman, dan aman, baik untuk diri sendiri maupun jemaah lain.

Baca juga Artikel lainnya: Tips Konsumsi Primolut Sebelum Umrah untuk Cegah Haid

Vaksin Wajib untuk Jemaah Umrah

Berikut ini adalah daftar vaksin yang diwajibkan oleh pemerintah Arab Saudi bagi jemaah yang ingin melaksanakan umrah:

1. Vaksin Meningitis Meningokokus

Vaksin ini bersifat wajib bagi semua jemaah berusia di atas 2 tahun. Penyakit meningitis mudah menular melalui udara dan dapat menyebar dengan cepat dalam kerumunan, seperti saat thawaf dan sa’i.

Ada 2 jenis vaksin yang diakui yaitu Polisakarida quadrivalent (ACYW) berlaku selama 3 tahun dan Konjugasi quadrivalent (ACYW) berlaku selama 5 tahun.

Waktu pemberian yang disarankan adalah minimal 10 hari sebelum keberangkatan.

Setelah vaksinasi, jemaah akan menerima kartu kuning (sertifikat vaksin) sebagai bukti resmi.

2. Vaksin Polio

Indonesia masih termasuk dalam daftar negara dengan risiko polio aktif, sehingga jemaah umrah dari Indonesia wajib mendapat vaksin polio. Jenis vaksin bisa menggunakan bOPV (oral) atau IPV (suntik). Jangka waktu pemberian adalah 4 minggu hingga 12 bulan sebelum keberangkatan.

3. Vaksin Demam Kuning

Vaksin ini tidak wajib bagi jemaah dari Indonesia, kecuali jika Anda dalam 6 hari terakhir tinggal atau transit lebih dari 12 jam di negara endemis demam kuning (umumnya negara di Afrika dan Amerika Selatan).

Jika termasuk kategori ini, Anda harus menunjukkan sertifikat internasional vaksin demam kuning saat tiba di Arab Saudi.

Vaksin Tambahan yang Disarankan

Selain vaksin wajib, beberapa vaksin tambahan juga disarankan, terutama bagi jemaah yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau berusia lanjut. Vaksin ini membantu menjaga daya tahan tubuh dan mencegah penyakit lain yang bisa mengganggu ibadah.

1. Vaksin Berdasarkan Risiko Individu

  • Hepatitis A dan B
  • Demam tifoid
  • Kolera
  • Rabies
  • Ensefalitis Jepang

Jenis vaksin ini direkomendasikan berdasarkan riwayat perjalanan atau kondisi medis tertentu. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui kebutuhan Anda.

2. Vaksin Rutin yang Perlu Diperbarui (Booster)

Pastikan imunisasi dasar Anda sudah lengkap, termasuk:

  • DTP (Difteri, Tetanus, Pertusis)
  • Hib (Haemophilus influenzae tipe b)
  • Pneumokokus
  • HPV (Human Papillomavirus)
  • Varisela (Cacar air)
  • MMR (Campak, Gondongan, Rubella)
  • BCG (Tuberkulosis)
  • Rotavirus

Booster vaksin ini berguna untuk mempertahankan kekebalan tubuh selama perjalanan umrah.

Kapan Waktu Terbaik untuk Vaksinasi Umrah?

Idealnya, vaksinasi dilakukan 1 hingga 2 bulan sebelum keberangkatan. Hal ini memberi waktu bagi tubuh untuk membentuk kekebalan yang optimal dan menghindari efek samping yang mungkin muncul setelah vaksinasi.

Jangan menunda vaksinasi hingga mendekati keberangkatan karena bisa berisiko tidak diterima di bandara atau tidak memperoleh sertifikat vaksin tepat waktu.

Cara Mendapatkan Vaksin Umrah

Untuk mendapatkan vaksin umrah, Anda bisa datang ke:

  • Puskesmas atau rumah sakit rujukan Kementerian Kesehatan.
  • Fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan biro travel umrah Anda.

Pastikan Anda menerima kartu kuning (International Certificate of Vaccination) sebagai syarat masuk ke Arab Saudi.

Konsultasikan Kebutuhan Vaksin Anda

Setiap orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter sangat penting sebelum vaksinasi. Dokter akan menilai apakah Anda memiliki alergi, riwayat penyakit kronis, atau kondisi medis khusus yang perlu diperhatikan.

Dengan vaksinasi yang tepat, Anda tidak hanya memenuhi syarat administratif perjalanan umrah, tapi juga memberikan perlindungan bagi diri sendiri dan jemaah lain.

Baca juga Artikel lainnya: Tips Umrah Aman dan Nyaman untuk Ibu Hamil yang Ingin Tetap Beribadah

Kesimpulan

Ibadah umrah adalah momen istimewa yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Melalui vaksinasi, jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan sehat, serta terhindar dari risiko penyakit menular di Tanah Suci.

Ingat, niat yang kuat harus diiringi persiapan yang matang, termasuk dalam menjaga kesehatan. Maka, jangan tunda vaksinasi dan persiapkan ibadah Anda dari sekarang.

Ingin tahu informasi lengkap seputar persiapan umrah, jadwal vaksinasi, dan paket umrah terpercaya? Silakan hubungi kami melalui WhatsApp 0815-1151-1239. Kami siap membantu Anda mengambil langkah kecil menuju rumah-Nya dengan proses yang mudah dan aman.