Bolehkah Titip Doa Saat Umrah? Ini Penjelasan Hukumnya
Tidak semua orang berkesempatan datang ke Baitullah untuk menunaikan ibadah umrah. Namun, ketika ada keluarga, teman, atau kerabat yang berangkat umrah, biasanya banyak yang ingin menitipkan doa agar disampaikan di depan Ka’bah atau tempat-tempat mustajab lainnya di Tanah Suci.
Lalu, bagaimana sebenarnya hukum menitipkan doa saat umrah menurut Islam? Apakah boleh dan bagaimana sebaiknya melakukannya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Hukum Menitipkan Doa pada Orang yang Umrah
Dalam Islam, titip doa saat umrah merupakan hal yang diperbolehkan, bahkan dianjurkan. Hal ini berdasarkan kisah para sahabat di masa Rasulullah SAW yang pernah meminta doa kepada orang sholeh.
Salah satu contoh adalah ketika Umar bin Khattab meminta doa kepada Uwais al-Qarni, seorang tabi’in yang dikenal sangat berbakti kepada ibunya. Rasulullah bersabda bahwa doa Uwais sangat mustajab karena baktinya yang luar biasa.
“Jika kamu bertemu dengan Uwais bin ‘Amir dari Yaman… mintalah kepadanya untuk memohonkan ampun kepada Allah untukmu, karena jika ia bersumpah kepada Allah, niscaya Allah mengabulkannya.”
(HR. Muslim)
Dari riwayat ini, para ulama berpendapat bahwa meminta seseorang untuk mendoakan kita, termasuk menitip doa kepada orang yang sedang umrah, adalah hal yang sah dan bisa menjadi amalan kebaikan.
Baca juga Artikel lainya: Mengapa Raudhah di Masjid Nabawi Disebut Taman Surga?
Tradisi Titip Doa Sudah Ada Sejak Zaman Nabi
Tradisi titip doa ke Tanah Suci bukan hal baru. Sejak masa sahabat dan tabi’in, umat Islam telah terbiasa mengantarkan jemaah haji atau umrah dengan doa dan harapan agar titipan doa mereka disampaikan di tempat mustajab.
Menurut ulama besar seperti Syekh Abu Bakr al-Ajurriy, mengantar jemaah haji atau umrah dan meminta doa darinya adalah sunnah. Hal ini ditulis dalam kitab Mathalib Ulin Nuha, di mana disebutkan:
“Disunnahkan mengantar orang haji dan memintanya untuk mendoakan kita.”
– Syekh Ar-Ruhaibani
Artinya, titip doa kepada orang yang sedang umrah adalah bagian dari adab Islam yang diajarkan sejak dulu, dan menjadi bentuk ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim).
Jenis Doa yang Bisa Dititipkan Saat Umrah
Saat ada orang terdekat berangkat umrah, Anda bisa menitipkan doa-doa kebaikan, baik untuk dunia maupun akhirat. Berikut beberapa contoh doa yang umum dititipkan:
- Doa untuk Rezeki yang Halal dan Berkah
“Ya Allah, limpahkanlah rezeki yang halal, berkah, dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupku dan membantu sesama.” - Doa Minta Jodoh yang Baik
“Ya Allah, anugerahkan aku jodoh yang mencintai-Mu dan membimbingku menuju ridha-Mu.” - Doa Untuk Bisa Umrah atau Haji
“Ya Allah, jadikanlah aku tamu-Mu di Tanah Suci. Kabulkan niatku untuk umrah/haji dalam waktu dekat.” - Doa untuk Orang Tua dan Keluarga
“Ya Allah, ampunilah dosa orang tuaku, berikan mereka kesehatan, keberkahan umur, dan lindungi mereka dari segala keburukan.” - Doa Kelulusan dan Kesuksesan
“Ya Allah, mudahkan jalanku dalam menyelesaikan studi/pekerjaan ini, jadikan hasilnya sebagai bukti usahaku yang Engkau ridhai.” - Doa Umur Panjang dan Barokah
“Ya Allah, berikan kami umur panjang yang bermanfaat, sehat, dan penuh berkah.”
Baca juga Artikel lainnya: Panduan Lengkap Rukun Umrah dan Maknanya Bagi Jamaah
Kesimpulan
Titip doa saat umrah adalah hal yang diperbolehkan bahkan memiliki dasar dari sunnah Nabi dan para sahabat. Menitipkan doa kepada orang yang berangkat ke Tanah Suci bisa menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk meraih keberkahan dan harapan yang diijabah.
Jangan ragu untuk menyampaikan titipan doa dengan niat yang baik, karena Allah Maha Mendengar setiap permohonan, di manapun dan kapanpun.
Apakah Anda ingin titip doa atau berangkat umrah sendiri dalam waktu dekat? Kami siap membantu Anda mempersiapkan perjalanan spiritual ke Baitullah. Hubungi kami di WhatsApp 0815-1151-1239 untuk informasi paket umrah terbaik, tips keberangkatan, dan layanan doa khusus dari Tanah Suci.









